Monday, October 1, 2007

Lagu 'Rasa Sayang Sayange' jadi lagu iklan pariwisata Malaysia

Salam Marketer

Suka tidak suka, inilah kecerdikan pemasaran Malaysia. Ini informasi yang saya ambil dari detik.com. Mungkin banyak yang akan berkomentar kontra terhadap apa yang dilakukan Malaysia, untuk itu, please diskusi hanya difokuskan pada aspek pemasaran, bukan aspek "nasionalisme".

berikut saya copy-kan beberapa rasa sayang di youtube termasuk tamil version :(

http://www.youtube. com/watch? v=_J-WPdBSS6c
http://www.youtube. com/watch? v=vWjyt1BLdrk
http://www.youtube. com/watch? v=3ULa5Zc1zhE
http://www.youtube. com/watch? v=DMau0idv3d4

sebenarnya Singapore juga sempat "mengutilisasi" lagu ini seperti yang dinyanyikan oleh Dick Lee

http://www.youtube. com/watch? v=JHyEKDB910w

Jadi Lagu Malaysia, Lagu 'Rasa Sayang Sayange' Heboh
Arifin Asydhad - detikcom

Jakarta - Anda pasti hafal atau setidaknya pernah mendengar lagu 'Rasa Sayang Sayange' kan? Selama ini bangsa Indonesia mengenalnya sebagai lagu daerah dari ulawesi/Maluku. Namun, saat ini lagu terkenal ini jadi lagu iklan pariwisata Malaysia. Dengan dijadikannya lagu ini sebagai sound track iklan pariwisata di Malaysia, maka diskusi mengenai lagu ini pun menjadi heboh. Apalagi, sudah banyak orang yang melihat iklan pariwisata ini diiklankan di televisi-televisi Malaysia. Orang Indonesia pun langsung teringat, "Lho.. lagu ini kan lagu Indonesia?" Heboh lagu 'Rasa Sayang Sayange' ini juga menjadi bahan diskusi menarik di DetikForum. Banyak juga informasi yang berkembang di arena diskusi secara online tersebut.

Siapa sebenarnya yang menciptakan lagu ini pertama kali? Apakah memang orang Malaysia ataukah orang Maluku? Jiplak- menjiplak lagu seperti ini sudah sering terjadi. Namun, agar masyarakat tidak bingung, tentu pemerintah Indonesia atau lembaga berkompeten sebaiknya menelusurinya.

Anda bisa menyimak iklan pariwisata Malaysia yang menggunakan lagu 'Rasa Sayang Sayange' ini di http://www.youtube. com/watch? v=_J- WPdBSS6c atau di website resmi pariwisata Malaysia: http://www.rasasaya ng.com.my/ index.cfm.

Memang lirik lagu ini tidak sama dengan lagu Rasa Sayang Sayange yang beredar di Indonesia. Bahkan, ada tambahan lirik dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan India. Lirik dalam banyak bahasa ini memperlihatkan keragaman suku atau asal di Malaysia. Namun, nada yang digunakan iklan pariwisata Malaysia ini sama.

"Tapi, ini adalah lagu Indonesia. Tidak ada bahasa Melayu pakai akhiran 'e' (Rasa Sayang Sayange)," komentar salah peserta diskusi. Intinya, peserta diskusi di detikForum mempertanyakan mengapa lagu Maluku itu dipakai iklan Malaysia.

Kalau diperhatikan lebih jauh, ternyata lirik lagu yang digunakan Malaysia itu tidak menggunakan kalimat 'Rasa Sayang Sayange'. Tapi, Malaysia menggunakan lirik 'Rasa Sayang Sayang Hey...'.

Anda memiliki informasi penting mengenai lagu ini? Silakan bergabung dengan para peserta lainnya di DetikForum atau kirimkan informasi Anda ke email: redaksi@staff. detik.com. (asy/asy)


Sumarketer

Wednesday, September 26, 2007

Marketing Perbankan Syariah

Saat ini pemerintah dan BI sedang mendorong tumbuhnya bisnis perbankan syariah. Sudah ada banyak bank yang menawarkan berbagai produk, entah itu berupa funding (tabungan, giro, deposito, dll) maupun lending (kredit konsumen, kredit modal, dll) yang berbasis syariah. Bahkan sudah ada kartu kredit berbasis syariah ber merek Dirham yang dikeluarkan oleh Danamon Syariah.

Potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk mayoritas muslim merupakan daya tarik utama. Namun menariknya ternyata konsumen produk perbankan syariah bukan hanya orang muslim, namun ternyata juga masyarakat non-muslim pun memanfaatkan produk-produk syariah perbankan karena ternyata ada beberapa keuntungan produk syariah dibanding non-syariah. Bahkan salah satu bank syariah menyatakan bahwa ketika mereka membuka cabang di Menado, justru cabang tersebut mencapai BEP tercepat.

Nah, mungkin teman-teman bisa sharing ide tentang bagaimana sebaiknya strategi marketing perbankan syariah ini ? Positioning seperti apa yang sebaiknya ditawarkan ? Bagaimana promosi yang bagus buat produk-produk mereka ?

salam hangat

Andrias ekoyuono