Tantangan pasar menuntut marketer yang tidak cuma mengikuti cara-cara berlogika dan sistematik berdasarkan konsep marketing yang ada, melainkan mereka yang siap menciptakan ide-ide yang GOKIL. Untuk menjadi marketer yang handal dan sukses, tidak bisa hanya berpikir linear saja butuh referensi yang tidak cukup diperoleh dari membaca buku. Untuk itu, seorang marketer dituntut memiliki kreativitas dalam menciptakan diferensiasi yang unik, inovatif, dan penuh terobosan tanpa batas.
Kreativitas memang menjadi kunci keberadaan CM (Creative marketer). Kreativitas yang dibangun dari sebuah habit. Artinya, mampu membuat sesuatu yang berbeda di luar kebiasaan dari industri atau perusahaan tempat dia bergelut. Seorang yang mampu melawan dari rutinitas, mencari cara baru dalam melakukan sesuatu dan berani mengambil resiko dengan tetap penuh perhitungan. Cara yang diambil tidak boleh ngawur. Harus tetap relevan dengan produknya.
Ciri seorang CM pada umumnya adalah seorang yang berani mencoba yang dapat memicu jiwa kreativitas mereka. Kreativitas yang dapat memberi bentuk baru -- efektif kepada sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya.
Langkah awal yang harus dimiliki seorang CM yakni; mampu menghayati betul bisnisnya. Tidak hanya sekadar mejalankan tugas, tapi yang bisa memberikan diferensiasi dan nilai tambah pada produknya. Hal itu memang tidak mudah. Kita tidak dapat memaksakan diri untuk berkreasi. Tapi, dapat memupuknya dengan menjadikan kreativitas sebagai budaya di perusahaan. Karena, orang-orang yang tidak kreatif memiliki peluang menjadi kreatif jika berada pada lingkungan yang mendukung adanya kreativitas.
Tuesday, September 11, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
Masalah nyua bagaimana kita bisa melihat para marketer menjalankan rutinitas atau kebiasaan yang dilakukan mereka untuk me-marketing kahn sebuah produk atau jasa, ambil contoh langsung seperti bagaimana para marketing perusahaan Event Organizer memasarkan jasa nya, sampai saat ini saya belum melihat marketer yang memasarkan-nya dengan cara seperti layak nya memasarkan produk-produk dengan brand besar, semua nya hanya dengan strategi WOM, Word of mouth.
Post a Comment